Kota Lama Semarang

Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan “Little Netherland”. Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa colonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Ditempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.

Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah

Arsitektur bangunan di kawasan Kota Lama Semarang beragam. Ada Gereja Blenduk (Nederlandsch Indische Kerk) bikinan 1750 dengan atap kubah yang dipugar pada 1894. Di hadapan gereja ini berdiri gedung karya Thomas Karsten di tahun 1916 yang kini menjadi gedung Asuransi Jiwasraya. Tak lupa bangunan Stasiun Tawang yang telah beberapa kali direnovasi.

Adapula bangunan mercusuar yang dibangun pada tahun 1884. Pembangunan mercusuar ini berkaitan dengan pembangunan kota Semarang sebagai kota Semarang sebagai kota Pelabuhan oleh Pemerintah kolonial untuk pengangkutan ekspor gula ke dunia. Pada masa abad XIX Indonesia waktu itu bernama Hidia Belanda pernah menduduki peringkat kedua sebagai penghasil gula dunia. Bangunan Mercusuar ini adalah satu-satunya di Jawa Tengah. Mercusuar ini berada di Pelabuhan Tanjung Emas.

Selain Little Netherland atau Little Holland, kawasan kota lama juga mendapat julukan Venice van Java. Mengapa? Karena di sekitar bangungan-bangunan bergaya Eropa tersebut terdapat sebuah kanal dan jembatan yang membuat pengunjung merasa sedang berada di Venesia, Italy. Kanal tersebut dahulu digunakan sebagai jalur transportasi air. Biasa digunakan dalam perdaganangan dengan menggunakan perahu atau kapal kecil.

Sedangkan jembatan yang terkenal tersebut dibangun pada tahun 1705. Pada waktu itu, dilokasi Kota Lama yang disebut juga OUDSTADT dibagun benteng berbentuk segi lima, dinamai Benteng VIJHOEK, salah satu pintu gerbang benteng ini adalah Jembatan Berok yang waktu itu bernama DEZUIDER PORT. Jembatan ini mempunyai arti yang penting. Tahun 1910 jembatan ini diperbaiki dengan diberi lampu penerangan. Perbaikan besar terakhir dilaksanakan pada tahun 1980. Dinamai jembatan “BEROK” karena orang pribumi tidak bisa melavalkan kata “BURG” yang dalam bahasa Belanda berati jembatan.

Masih banyak lagi bangunan tua di wilayah ini yang menarik untuk dijelajahi. Ada Gedung Marba, Toko Oen, bangunan PT Perkebunan, Susteran Ordo Fransiskan, Bank Eksport Import Indonesia yang semuanya memiliki kisah sejarah.

Maka, Anda belum benar-benar mengunjungi Kota Semarang kalau belum berpetualang di Kawasan Kota Lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *